Jumat, 09 September 2011

stikom

Masalah Merger Alcatel - Lucent
Kamis, 13 Desember 2007 7:55 WIB
(Vibiznews –Strategic) – Pertengahan 2006 lalu, raksasa telekomunikasi asal Prancis, Alcatel, mengakuisisi Lucent Technologies senilai $13.4 miliar. Hasil dari merger ini nampak kurang baik. Namun Alcatel-Lucent berusaha untuk melakukan langkah-langkah perbaikan.

Sebelum merger, Lucent memang telah mengalami masa yang buruk. Sejak terdapat gaung dot com, mereka tidak pernah mengalami tahun yang baik dan hanya ada prospek kecil untuk menjadi lebih baik. Sementara itu, Alcatel cenderung lebih sehat. Merger antara kedua perusahaan saat itu sepertinya dapat menciptakan suatu entitas yang lebih kuat dan lebih kompetitif daripada masing-masing perusahaan. Namun, untuk merger dibutuhkan suatu visi yang jelas dan pemahaman mengenai positioning dari kedua perusahaan, persaingan, serta langkah-langkah apa saja yang dibutuhkan untuk menjadikan merger tersebut kompetitif. Pemahaman yang kurang dapat menjadikan merger gagal.


Tahap selanjutnya dalam suatu merger adalah mengembangkan perencanaan dan mengimplementasikan visi. Perencanaan haruslah melalui pemahaman dari kedua pihak sehingga bisa segera melaksanakan restrukturisasi dan pemangkasan yang perlu. Menurut analisa Paul Massie, merger kedua perusahaan besar ini butuh sekitar 18-36 bulan untuk stabil, sementara persaingan semakin ketat. Kemudian jika pemangkasan terlalu lama, maka pekerja hanya akan lebih cenderung melindungi pekerjaannya saja, bukannya mensukseskan perusahaan.

Sinyal mengenai buruknya kinerja Alcatel-Lucent mulai terlihat pada awal Januari 2007 ini ketika penjualannya pada kuartal keempat menurun 16 persen. Kinerja keuangan ini menyebabkan harga saham jatuh 12 persen.


Analis memperkirakan bahwa merger Alcatel-Lucent gagal karena kalah dalam bersaing melawan competitor lainnya seperti Ericsson dan Huawei Techologies yang terus membangun pangsa pasar dalam mensupply perlengkapan jaringan untuk operator seluler. Bahkan kekuatan Alcatel dalam bisnis broadband dan fibre-optic juga melemah.

Merger antara keduanya ternyata tidak menciptakan sinergi. Pelanggan yang tidak yakin akan lini produk dari hasil merger kedua perusahaan ini, ragu untuk memesan dakam jumlah besar. Sehingga hal ini menguntungkan para pesaing mereka seperti Ericsson dan Huawei. Para pesaing mereka melancarkan strategi harga yang agresif, sehingga Alcatel Lucent seringkali terpaksa memberikan diskon yang mengorbankan labanya.

Setelah mengalami kerugian selama tiga kuartal berturut-turut, maka pada 31 Oktober mereka memulai proses restrukturisasi. Salah satu tindakan yang dilakukan adalah PHK karyawan sebanyak 80,000 orang yang akan dilaksanakan pada 2009. Sejak Januari, harga saham jatuh hingga 50 persen, dan sudah ada lima orang jajaran manajemen senior yang beranjak pergi.

Manajemen Alcatel-Lucent berusaha untuk mengatasi masalah ini, dan beberapa masalah sudah mulai membaik. Russo mengungkapkan, bahwa beberapa bulan lalu terdapat beberapa teknologi dari Alcatel-Lucent yang terlambat. Ia mengakui bahwa mereka tertinggal dalam hal teknologi terbaru untuk jaringan GSM, yang paling banyak digunakan di luar AS. Teknologi ini sudah diperbarui beberapa bulan lalu dan bisnis ini semakin membaik.

Pelanggan juga kini memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai protofolio produk mereka. Kemudian pesaing seperti Ericsson yang menerapkan kebijakan harga yang agresif juga tidak mampu merebut pelanggan.

Alcatel-Lucent juga berusaha untuk merambah negara berkembang. Mereka baru-baru ini memenangkan kontrak senilai $1.1 miliar dengan dua operator ponsel Cina untuk perangkat jaringan. Kemudian bisnis fixed-telephone dan broadband, yang turut terkena imbas krisis perumahan di AS, juga sudah lebih sehat. Alcatel masih menjadi pemimpin dunia dalam digital subscriber line (DSL) untuk perangkat.

Dengan semakin rendahnya harga dan margin yang mengecil untuk perangkat telekomunikasi. Russo juga terus meningkatkan bisnis Alcatel-Lucent di service & support, dimana mereka berada di urutan kedua di belakang Ericsson. Sebuah tim dengan 20,000 teknisi yang beroperasi di 130 negara telah memenagkan kontrak untuk Alcatel-Lucent untuk membangun dan mengoperasikan jaringan fixed dan seluler di seluruh dunia.

Dengan langkah-langkah perbaikan yang konkret, Alcatel-Lucent berharap bahwa merger ini masih bisa diselamatkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar